50 rupiah dan permen by Mimiend

Ceritanya kakak gue kan punya sebuah toko, ya meskipun nggak terlau besar tapi lumayanlah lah sekarang sudah mulai berkembang. Karena toko kakak gue tiap hari makin rame and makin banyak pelanggan, banyak tetangga tuch yang pada latah buka toko juga( ya inilah kebanyakan orang indonesia berjiwa latah, he e e….. ya walaupaun nggak semua latah sich…. yang latah sory ya bukan maksud hati untuk menyinggung perasaan lho…^_^ Peace..!!!!). Nah salah satu toko hasil latah yang baru dibuka itu sudah ada beberapa pelanggan, and biasanyakan ada tuch, harga barang yang masih ada embel-embel 50 rupiah dibelakangnya, ya walaupun di Indonesia uang pecahan 50 rupiah dah nggak beredar lagi tapi nominal 50 rupiah masih sering nongol tuch di nota belanjaan and di daftar harga barang di toko-toko or di supermarket. Nah biasanya kan kalau di struck belanjaan kita da tulisan kembali sekian ribu 50 rupiah, karena bingung gimana caranya biar 50 rupiah itu bisa tetep dikembaliin biasanya kan dikasih permen tuch yang 50 rupiahnya(yach secara 50 rupiah dah out of date, ^_^), sedangkan kalau ditoko yang baru buka ini, ternyata bukan hanya kembalian 50 rupiah ja yang dikasih permen tapi terkadang kembalian 100 rupiah or 200 rupaih dikasih perrmen juga. E… e… e… Nggak tahunya ada pelanggan yang sebel banget kalau dikasih kembalian permen. Pelanggan yang nggak suka dikasih kembalian permen itu tiap habis belanja and dikasih kembalian permen, ma dia permen-permen kembalian itu dikumpulin jadi satu and ditaruh dalam toples, trus setelah terkumpul satu toples penuh dia belanja di toko baru itu, pas ditotal and dikasih nota tau nggak yang terjadi….???, ma pelanggannya dibayar ma permen kembalian yang dah dikumpulin itu, kata pelanggannya “nich saya balikin permen yang kemarin2 buat kembalian, coba dihitung pasti pas ma total belanjaan saya”. Akhirnya yang punya toko pun Cuma bisa bengong and bingung cz pelanggannya nggak mau bayar pke uang kontan(kasihan y….!!!)

Kenapa gue ngambil judul ini, pada dasarnya kita semua selalu dekat dengan peristiwa 50 rupiah dan permen. Gue sich ngambil judul ini berdasarkan peristiwa yang nyata terjadi di deket gue ja. Makanya jangan suka meremehkan kejadian yang ada di sekitar kita karena pada dasarnya kita bisa belajar banyak dari peristiwa yang kita alami and yang dialami orang lain, kita bisa belajar banyak dari kehidupan ini.

Mulai sekarang mari kita biasakan untuk belajar menjadi orang yang peka terhadap peristiwa dan lingkungan sekitar kita, agar kita bisa belajar and nggak ngelakuin hal-hal bodoh yang sudah pernah dilakuin orang lain. So kalau pengen pinter bukan Cuma belajar di sekolahan, dikampus or belajar di jenjang pendidikan formal aja tapi kita bisa belajar ma lingkungan sekitar kita, kalau gue sich punya prinsip dimanapun kita berada kita selalu bisa belajar dan siapapun bisa jadi guru buat gue. Kejadian ini sich mungkin bagi sebagian orang dianggap suatu yang remeh and sekedar lucu tapi bagi gue sebenarnya banyak hal and banyak pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini. Apalagi bagi yang punya toko2 tuch jangan sering2 ngasih kembalian permen nya…. he e e ^_^.

0 Responses to “50 rupiah dan permen by Mimiend”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Daftar Isi Blog

Kategori Tulisan

Blog’s Status

Indonesian Muslim Blogger

Counter

  • 475,835 Page View

free counters

My Popularity (by popuri.us)
100 Blog Indonesia Terbaik

%d bloggers like this: