ALQUR’AN YANG BERDEBU (Renungan Malam)

Sudah lama rasanya aku tak mendengar mulutku menguntai indahanya bait-bait al-Qur’an, hampir satu bulan al-quran kitab suciku itu dan umat islam yang seharusnya ku agung-agungkan,dan menjadi pijakanku, hanya kujadikan pajangan di tumpukan buku-bukuku, debu-debu mulai mengkusnya dan mengotorinya, sarang laba-laba mulai membukusnya, mereka tau kalau al-Quran itu telah kusia-siakan, tak pernah kebuka dan kubaca, namun hatiku tak pernah terketuk sedikitpun, walaupun hanya untuk membersihkannya dari debu-debu yang membalutnya, apalagi membuka dan membacanya, Astaghfirullah…, syetan apa yang telah merasuki jiwaku sampai aku seperti ini, tapi aku tak akan menyalahkan syetan yang telah menang atas diriku, memang ini kesalahanku, hamba yang tak pandai bersyukur kepada tuhan-NYa.

Bukan cuma ngaji saja yang telah hilang dariku, kelakuan-kelakuan yang seharusnya melekat dan menjadi identitas pada seorang muslim sepertiku, sudah jarang kudapati pada diriku, shalat hanya sekedar shalat tanpa ada resapan makna melakukannnya, tak merasa aku sedang menghadap raja di raja, hanya sekedar cukup menggugurkan kewajibanku seorang muslim, ketika aku meninggalkannyapun, tak pernah ada penyesalan, biasa-biasa saja. Betapa besar dosaku ya Allah? Hatiku benar-benar telah mati, mungkin ini karena aku jauh dari-MU yang tak pernah mengindahkan aturan-aturan-MU selalu bertindak sekehendak sendiri. Memuji kebesaran-MU juga sudah aku jarang lakukan walaupun hanya tiga butir jagung saja. Aku benar lupa kepda-MU ya robb, Tak pantas rasanya aku menatap-Mu Tuhanku. Tertunduk malu dengan apa yang telah aku lakukan.

Aku beruntung menjadi seorang muslim, punya Tuhan sebaik engkau ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dan penyayang, walaupun hambamu ini selalu durhaka kepada-MU, namun nikmat-Mu masih kau kucurkan kepadaku tak ada kekurangan apapun, seandainya kondisi ini di balik, Aku menjadi tuhan, mungkin telah aku campakkan hamba-hambaku yang durhaka kepadaku namun tidak dengan diri-MU,masih kau buka lebar pintu rahmat-Mu untuk hambamu memperbaiki dirI.

Kini mulai kubersihkan debu-debu yang melekat,jaring-jaring laba-laba yang membungkus pada kitab suciku itu, mulai ku buka lembar demi lembar, kumulai eja ayat demi ayat-ayat, surat demi surat, tersiram sudah gersangnya hati ini yang selama ini belum dapat kucurann hujan, rinduku muali terobati, yang sebenarnya hanya butuh paksaan untuk memulai tak butuh keberanian, aku mulai kembali kepada-Mu tuhan.mulai ku sulam kembali pakean-pakeanku yang sobek. Walaupun dengan merangkak aku aku menitih jalanmu kembali, saya yakin pintu maafka-MU masih kau engkau buka lebar untuk diriku, walaupun diriku selalu membangkan pada diri-Mu.

Ya Allah ya tuhanku, tuhan yang maha pengasih dan penyayang, ampunilah diriku ini, ampuni dosa-dosaku, sesungguhnya hidup dan matiku hanya untuk-MU, istiqamahkan aku untuk selalu dijalan-Mu, jalan yang lurus jalan orang-orang yang engkau rahmati. Jalan-jalan para kekasih-MU, kuatkan imanku dari godaan syetan yang terkutuk, Rabbana atinaa fiddunya haasanah wafil akhirati hasanah wakqina adzabannar.

 

0 Responses to “ALQUR’AN YANG BERDEBU (Renungan Malam)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Daftar Isi Blog

Kategori Tulisan

Blog’s Status

Indonesian Muslim Blogger

Counter

  • 476,055 Page View

free counters

My Popularity (by popuri.us)
100 Blog Indonesia Terbaik

%d bloggers like this: