Ketika Kerja Kapal menjadi Primadona Di Bawean….

Kerja kapal memang menjadi pekerjaan primadona bagi orang Bawean, semua orang terpincut dengannnya, sudah ribuan orang Bawean yang bekerja kapal saat ini, yang tersebar  baik di dalam negeri seperti Kalimantan, Papua, Bali, dan sebagainya, ataupun yang diluar negeri seperti Amerika, inggris, Arab, Singapore, Malaysia dan negara-negara lainnya.dengan gaji yang berfariasi tentunya.

Banyak putra-putra bawean yang lebih memilih sekolah perkapalan setelah lulus dari SLTA dari pada kuliah,walaupun dengan biaya yang besar, karena mereka beranggapan lulusan sekolah perkapalan lebih menjanjikan, walaupun saat ini untuk mendapatkan panggilan kerja kerja kapal terbilang sulit juga sama seperti pekerjaan yang lainnya,ya mungkin karena kebanyakan yang ingin kerja kapal, namun mereka tak perduli, bahkan  banyak yang meninggalkan profesinya terdahulu yang dibilang sudah mapan, seperti berfrofesi guru, ustadz, dan pekerjaan-pekerjaan yang lainnya, hanya untuk sekolah perkapalan, suatu hal yang wajar menurut saya, siapa yang sih tak tergiur dengan pekerjaan yang bergaji besar ini?? kebanggaan sebagai pekerja kapal mampu mengalahkan kebanggaan menjadi seorang camat, kiyai, ustadz, PNS dan pekerjaan-pekerjaan terhormat lainnya. Bahkan pekerja kapal lebih seakan-akan lebih dihormati dari pada mereka, merupakan hal yang keliru menurut saya namun apa mau dikata?? Memang sudah zamannya, Orang sekarang lebih menghormati orang berduit,kaya raya, dari pada kiyai atau ustadz namun miskin. Fenomena yang janggal namun itulah kenyataannya. Ini bukan sebuh omong kosong atau bualan saya semata!

Kembali ketopik, dan teruslah membaca! karena saya akan memberikan contoh sebuah cerita nyata betapa primadonanya orang pekeraja kapal.

Cerita ini membuat hati saya miris, kenapa zaman yang semodern ini masih ada ada pandangan yang seperti ini,seakan tak percaya kalau Tuhan sudah mengatur rezeki umatnya, ceritanya  ada seorang gadis dimana pacarnya adalah seorang ustadz dari sebuah pesantren yang terkenal, keilmuannya sudah tidak di ragukan lagi,  sudah beberapa bulan mereka taarufan, orang satu kampungpun sudah  memandang pasangan ini  sebentar lagi akan bakalan jadi suami istri, karena sang ustadz sudah sering bersilaturrahim ke tempat sang perempuan tadi, namun ada hal yang menggelitik, lamaran sang ustadz di tolak sama orang tuanya sang perempuan lantaran orang tuanya menginginkan mantu dari seorang pekerja kapal yang identik dengan banyak duit….Astaghfirullah?? bayangkan ??kurang apa coba, sudah ustadz, lumayan tampan, secara ekonomi juga mapan, pandangan orang tua yang keliru, bukannya memilih suami buat anaknya orang yang mampu membimbing dijalan agama malah lebih memilih materi.

Bukan hanya itu, ada cerita lagi yang lebih membuat hatiku miris, waktu saya pulang ke Bawean ada yang bercerita kepada saya bukan hanya satu orang saja namun banyak, ada sebuah keluarga dimana keluarga itu juga tidak asing bagi saya,  yang bertengkar gara-gara rebutan calon mantu seorang pekerja kapal, What??padahal menurut sumber yang terpercaya sang calon baru lulus dari sekolah perkalan belum bekerja kapal, ceritanya begini, awalnya lelaki ini adalah pacarnya sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya), Bunga ini punya saudara yang punya anak sebut saja Linda (bukan nama sebenarnya), Orang tua Bunga dan Linda ini bersaudara, Lelaki ini di perkenalkan seseorang kepada Bunga, secara singkat lalu mereka pacaran, dan orang tuanyapun menyetujui, karena Bunga sama Linda teman akrab, jadi si Bunga sering curhat ke Linda tentang pacarnya, dan begitu juga pacarnya si Bunga sering juga curhat ke Linda, entah gimana ceritanya si Linda ini ternyata pacaran dengan Pacarnya si Bunga, kemudian keluaga si Bunga mengetahuinya, lalu marahlah orang tuanya dengan menuduh Linda mengambil pacarnya Bunga, namun alangkah terkejutnya orang tuanya si Linda tidak terima kalau anaknya di tuduh mengambil pacarnya si Bunga, namun yang sang lelakilah yang suka sama Linda , akhirnya kedua keluaga yang bersaudara berseteru sedemikian hebat, saling mempertahankan si lelaki tadi, dan mampu menggegerkan kampung, walaaaah….sedemikian larisnya orang yang bekerja kapal (Fikirku dalam Hati)

Keberhasilan orang bawean yang bekerja kapal memang mampu menyihir orang orang bawean, karena banyak orang yang kaya raya setelah bekerja kapal, rumah mewah, punya mobil, sepeda motor banyak, maklum saja kalau ada kejadian seperti yang saya ceritakan diatas, bahkan ni ada suatu kampung yang katanya hanya menerima mantu yang bekerja kapal, jadi jangan berani-berani ngelamar anaknya kalau tidak perfrofesi pekerja kapal, kalau tidak ingin dikacangi orang tuanya!,Kampung yang MATERIALISTIS! aku hanya bisa tertawa saja melihat fenomena ini, ada yang lucu ni masih seputar larisnya seorang pekerja kapal, anaknya paman saya baru lulus dari sekolah perkapalan di Semarang, belum bekerja kapal, eh..langsung ada yang ngelamar, keluarga perempuan yang ngelamar, hahahaha…., dari sangatnya ingin punya menantu pekerja kapal sampai mengorbankan harga diri, kenapa saya bilang begitu?? Adat bawean yang keluarga sang lelakilah yang melamar, namun niat hati tidak mau di dahului orang lain, namun untungnya anak pamanku orangnya tidak picik, akhirnya di tolak secara halus….hmmm kacian deh Looooo!

Namun para pekerja kapal jangan besar kepala, justru cerita diatas menjadi pelajaran kalian , jadi hati-hatilah kalau memilih seorang istri, jangan mencari istri dan mertua yang materalistik, iya kalau kalian jaya selamanya??Ingatlah Dunia terus berputar, Namun juga salah memukul rata kalau memfonis orang bawean materialistis, wajarlah kalau orang menginginkan kehidupan ekonominya lebih baik. Bukan hanya orang bawean saja tapi orang seluruh dunia. Tapi ada juga orang bawean yang tidak tertarik dengan kerja kapal, lebih suka menjadi guru, dagang, wirausaha, di bawean, ya walaupun dengan gaji yang kecil, karena dengan pekerjaan ini mereka tetap masih bisa bercengkrama dengan keluarga, mereka tidak tertarik dengan gaji yang berbunyi juta, atau dollar, bisa berkumpul dengan keluarga adalah gaji yang tiada taranya bagi mereka.

Bagi orang tua yang menginginkan mantu seorang pekerja kapal, ingatlah material belum bisa menjamin anak anda akan bahagia. Dan uang bukanlah segalanya. Biarkanlah mareka yang memilih cintanya, karena itulah yang akan membuat anak anda bahagia. Rezeki itu Allah yang mengatur, Orang tua cukuplah mengawasi dan tegur ketika mereka salah.

Dan bagi orang yang lebih memandang orang yang ber-uang lebih terhormat dari seorang kiyai, atau ustadz yang miskin, pandangan kalian itu keliru, benahilah sebelum mendapatkan laknat dari Allah. Karena  ilmu mereka yang akan menuntunmu kejalan yang benar bukan uang .

1 Response to “Ketika Kerja Kapal menjadi Primadona Di Bawean….”


  1. 1 indah sari purna lumeno January 12, 2011 at 1:49 am

    sesuatu yg harus di perjuangkan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Daftar Isi Blog

Kategori Tulisan

Blog’s Status

Indonesian Muslim Blogger

Counter

  • 475,835 Page View

free counters

My Popularity (by popuri.us)
100 Blog Indonesia Terbaik

%d bloggers like this: